Di BNCC, saya belajar lewat cara yang keras. Waktu memimpin acara aktivis pertama dulu, saya egois jalan sendirian demi mengejar target. Tugasnya memang selesai, tapi timnya tidak kompak. Pengalaman itu membentuk prinsip kepemimpinan saya sekarang: "cover for each other". Di tim saya, minimal harus ada dua orang yang paham satu domain krusial. Tujuannya biar tidak ada knowledge blocker. Jadi kalau situasi bisnis berubah, tim bisa langsung bergerak fleksibel tanpa ketergantungan pada satu orang. Selain itu, saya percaya setiap orang punya potensi uniknya sendiri. Tugas pemimpin adalah mencarikan posisi yang pas untuk mereka, dan baru melepas orang kalau memang sudah benar-benar tidak bisa dibimbing demi menjaga produktivitas tim.