BCAF
HomeAboutCommunity HubAlumniAlumni BusinessArticlesSign inRe-Register
BCAF
BNCC (Binus Computer Club) Committee Alumni Family — an alumni network spanning five Binus campuses.
Explore
HomeAboutCommunity HubAlumni
Campuses
Kemanggisan, JakartaAlam Sutera, TangerangBekasiBandungMalang
Connect
LinkedInArticlesRe-Register
© 2026 BCAF · BNCC ALUMNI FAMILYKEMANGGISAN · ALAM SUTERA · BEKASI · BANDUNG · MALANG
← Back to Angkatan 24
KemanggisanEdit ↗

Filbert LimenaShared insights

Founders, CTO · Onero

DirectorIndonesia
Binus Joined :
—
Class of :
BNCC 24
Business & Career Journey
Founders, CTO · Onero
Learn More on Linkedin ↗
How has being a BNCC committee member benefited your career or Business?

Karena kegiatan BNCC Sangat menyita waktu dan banyak yang galau mau lanjut atau ga. --- Ketika awal berkarir ngebantu di network karena pada akhirnya karena di BNCC ada temen yang di mana temannya bisa diajak bikin usaha akhirnya jadinya bikin usaha. Karena kembali lagi BNCC itu tempat latihan dan dari latihan itu efeknya banyak banget ketika masuk dunia kerja. Orang yang sudah join BNCC pasti akan lebih stand up daripada kandidat lain karena simply mereka tuh akan terlihat beda. Bedanya dari mana, cara pikirnya. Orang jenius dengan cara berpikir yang salah akan kalah dengan orang yang punya cara berpikir yang benar dan biasa-biasa aja. Karena kembali lagi yang dilihat itu common sense. Mereka yang bisa berpikir sendiri berjalan sendiri dan inisiatif sendiri dan inisiatifnya itu benar itu orang-orang yang sangat dibutuhkan di perusahaan. Justru ketika di BNCC itu yang dilatih terutama leadership perusahaan akan lebih happy lagi kalau misalkan orang tersebut sudah pernah ada di posisi leadership jadi dia tahu pasti apa yang harus dia lakukan ketika dia menjadi leader. Jujur gue saat itu bukan tipikal orang yang sempurna dalam artian adalah waktu itu gue bego lah. Tapi karena ada kesempatan untuk gua belajar event panitia coba leadership banyak salah dan di situ justru tempat gua belajar sebelum gue bener-bener masuk merintis usaha dan ketika gue berusaha gua enggak nge-blank setidaknya gua tahu apa yang mesti kulakukan. Investasi leher ke atas itu merupakan sesuatu yang gak bisa diambil orang kecuali lu sakit kritis atau meninggal. Selama lu masih hidup, masih muda dan punya privilege kuliah. BNCC itu adalah tempat yang mesti lo ambil karena dari situ lu bisa tahu dari real dunia profesional tuh kayak gimana sebelum benar-benar lu dimarahin bos dan dapat KPI jelek. Selain soft skill dan technical skill yang didapat dari BNCC, hal lain yang sekarang gua sadari juga adalah Network yang didapat dari BNCC dan juga belajar keberanian juga sih untuk terus melangkah.

BNCC Journey
  • 2010–2011 · Activist
  • 2011–2012 · Committee — Staff Fave
  • 2012–2013 · Committee — Manager Fave BNCC 24
Activity
  • 2026AI, PHK, Tech Winter dan Bagaimana Masa Depan Karier IT ?: Apa Kata Para Senior BNCC?

In the age of AI, what advice would you give to the new generation of BNCC members?

AI itu leverage bukan ancaman. Gua akan hire orang yang punya common sense dan yang mau grow. Orang bisa stand out simply karena give value. Jangan kira karena AI jadinya teknikal skill tidak penting malahan semakin penting. 80% pekerjaan dari programming memang betul bisa dikerjakan oleh AI tapi 20% yang paling ribet yang tidak bisa dikerjain oleh AI. Biasanya dalam prinsip pareto 20% effort yang kita lakukan itu menyelesaikan 80% pekerjaan dan 20% pekerjaan itu butuh effort 80%. Jadi kalau kamu menemukan konten-konten yang mengatakan kalau AI tidak 100% menaikkan performa perusahaan atau seringkali membuat sebuah perusahaan gagal untuk berkembang itu memang benar. Orang yang bisa stand out di perusahaan atau di karir maupun di luar perusahaan itu simply karena dia bisa leverage. Orang ini diuntungkan karena AI dan tidak terancam karena AI. Expertise tetap hal yang paling penting untuk dimiliki di zaman yang seperti ini karena kembali lagi kalau misalkan kita tidak punya expertise maka sudah pasti kita akan kalah sama AI kenapa demikian karena AI itu membuat knowledge menjadi komoditas. Sama juga seperti Claude di mana dia membuat coding menjadi komoditas. Pertanyaannya adalah jika knowledge dan coding sudah jadi komoditas, apa yang belum jadi komoditas? Penerapan nya itu sendiri. AI tidak bisa menerapkan tanpa bantuan expertise. Sekarang kita yang posisikan diri kita mau jadi pihak yang terancam karena AI atau mau menjadi pihak yang diuntungkan karena AI. Itu semua tergantung posisi kita sendiri kita mau menempatkan diri kita di mana yang seharusnya dengan common sense adalah kita menjadi orang yang diuntungkan karena AI. Di mana AI itu membuat hidup kita lebih mudah, pekerjaan kita lebih mudah, belajar menjadi expertise juga lebih mudah sekarang, karena udah tidak jadi alasan untuk tidak mendapatkan knowledge karena knowledge itu sudah menjadi komoditas. Jadi belajar untuk menjadi expert itu cuman soal pengalaman karena kembali lagi knowledge tanpa applied knowledge itu percuma jadi yang bisa dilakukan pengalamannya diperbanyak eksekusinya. Diperbanyak trial error-nya, karena expertise itu perkara pengalaman, seseorang dibilang expert karena pengalamannya sudah dalam hal tersebut. Jadi kenapa tidak kalau kita menggunakan AI untuk mendapatkan knowledge dan untuk meng apply knowledge tersebut menjadi lebih baik. Ini gue berbicara sebagai sudut pandang CTO yang sudah research AI dari tahun 2023 dan sudah implementasi penggunaannya. Sampai saat ini gue menyimpulkan expertise itu adalah hal yang sangat penting di era sekarang. Membangun expertise pun sudah menjadi hal yang cukup mudah selama kamu selalu berani melangkah maju dan selalu berani mengambil kesempatan yang tersedia.

No appreciations yet. Be the first to leave one for Filbert Limena.

Loading editor…

You can add formatting and photos. Your message is reviewed by a Committee Member before it appears on this profile.